Halte Selapa sudah ramai dengan orang yang menunggu transportasi public yang paling populer di Jakarta ini yaitu apalagi kalo bukan bis. Tapi aku tidak bisa langsung naik bis karena aku harus menunggu salah seorang temanku yang akan bersamaku mengikuti acara ini. Lumayan lama, akhirnya dia datang juga. Dan meluncurlah kami, kami naik bis bianglala 76 dan akhirnya turun di ratu Plaza dan disambung naik Busway hingga kota.
Di Busway, dingin AC ditambah dinginnya pagi ini. Sambil berharap-harap cemas, apakah acaranya tetep diadakan atau batal atau jangan-jangan gak ada yang datang ya. Ah sudah lah. Sesampainya di Museum Mandiri, lebih terkejut lagi. Lho sepeda onthelnya mana? Karena di event ini kita akan keliling kota tua naik sepeda. Lha kok? Tapi oke lah kita lihat saja nanti. Tapi setelah masuk museum mandiri wow....ternyata sudah rame dan mematahkan semua keraguanku.
Acara dimulai dengan registrasi dan kemudian kami menutuskan untuk keliling museum mandiri se
Setelah gerimis mulai reda, akhirnya kami mulai perjalanan kami dengan sepeda onthel menuju museu
Di Museum bahari, kami mendengar informasi dan cerita tentang VOC. VOC datang ke Indonesia sebenernya awalnya hanyalah untuk "REMPAH-REMPAH"
Kastil Tuan
dan Nyonyah VOC
Di Kawasan yang dilindungi oleh benteng kota ada sebuah kastil tempat tuan dan nyonyah VOC berhuni. Tapi dalam pembangunan kastil ini mereka tidak mempedulikan kondisi di Indonesia. Hal ini dapat dilihat jelas dari bentuk bangunannya. Belum lagi cara busana tuan and nyonyah yang masih berbusana ala eropa ( hmmm apa gak gerah ya, di Batavia gitu loh, pake baju tumpuk-tumpuk ). Menurut mereka, cara busana bangsa kita saat itu adalah cara busana orang yang biadab. ( hmmmm siapa yang biadab ya sebenernya). Hal ini juga lah yang membuat mereka sering sakit. Dan diketahui JP Coen sakit karena terkena mutaber, karena sistem pembuangan ditutup oleh prajurit Mataram.
Plesiran Tempoe Doeloe diakhiri di Museum Mandiri, dengan makan siang. Yammy, enaknya makan di waktu lapar. Apalagi kalo lihat temanku makan dengan lahapnya, sangkin lahapnya, sampek kurang dan akhirnya jatahku dilahap juga. Hehehehehe.
Di Kawasan yang dilindungi oleh benteng kota ada sebuah kastil tempat tuan dan nyonyah VOC berhuni. Tapi dalam pembangunan kastil ini mereka tidak mempedulikan kondisi di Indonesia. Hal ini dapat dilihat jelas dari bentuk bangunannya. Belum lagi cara busana tuan and nyonyah yang masih berbusana ala eropa ( hmmm apa gak gerah ya, di Batavia gitu loh, pake baju tumpuk-tumpuk ). Menurut mereka, cara busana bangsa kita saat itu adalah cara busana orang yang biadab. ( hmmmm siapa yang biadab ya sebenernya). Hal ini juga lah yang membuat mereka sering sakit. Dan diketahui JP Coen sakit karena terkena mutaber, karena sistem pembuangan ditutup oleh prajurit Mataram.
Plesiran Tempoe Doeloe diakhiri di Museum Mandiri, dengan makan siang. Yammy, enaknya makan di waktu lapar. Apalagi kalo lihat temanku makan dengan lahapnya, sangkin lahapnya, sampek kurang dan akhirnya jatahku dilahap juga. Hehehehehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar