Jika kata-kata tak mungkin terucap, mungkin karena kita malu mengatakan atau merasa masih terlalu ego untuk mengatakan, komunikasi lewat surel boleh juga jadi alternatif untuk mengungkapkan atau menyelesaikan masalah dengan pasangan kita. Asalkan jika menggunakan bahasa - bahasa yang baik, mudah dimengerti dan halus, bukan bahasa yang kasar, menghina atau malah mengunakan bahasa yang justru memicu pertengkaran.
Dalam surel kita bisa ungkapkan keinginan kita, perasaan kita dan lain sebagainya.
Senin, 27 September 2010
Jumat, 16 April 2010
Rindu Rumah
Tak terasa lama sekali aku tak pulang ke Rumah Batinku ini.
Rindu...rindu sekali
Telah lama mengembara, ingin pulang dan bercerita di dalam rumah bantinku ini, di istana hatiku.
Mengeluarkan semua penat hati dan cuman hikmah perjalanan ini.
Rindu...rindu sekali
Telah banyak yang telah menyibukkan hati sehingga meninggalkan dan tidak lagi menengok rumah batinku ini
Rumah batin yang ada jauh di lubuk hati ini, hati dan nurani yang terdalam
Rindu...rindu sekali
Telah lama mengembara, ingin pulang dan bercerita di dalam rumah bantinku ini, di istana hatiku.
Mengeluarkan semua penat hati dan cuman hikmah perjalanan ini.
Rindu...rindu sekali
Telah banyak yang telah menyibukkan hati sehingga meninggalkan dan tidak lagi menengok rumah batinku ini
Rumah batin yang ada jauh di lubuk hati ini, hati dan nurani yang terdalam
Rabu, 19 November 2008
Pelajaran moral nomor Wahid
Pelajaran nomor Wahid adalah jangan berbohong. Karena jika suatu ketika menyadari kesalahanmu itu dan berusaha untuk memperbaikinnya kamu harus membayar mahal untuk itu semua. Tidak hanya dosa tapi semuanya akan terasa berat untuk dimaafkan dan diperbaiki.
Rabu, 12 November 2008
Comitment
Aku sebut comitment bukan pacaran. Istilah pacaran menurutku hanya untuk anak ABG yang sedang cinta buta. Menurutku komitment jauh lebih dalam. Comintment dibuat saat sebelum menikah atau masih dalam masa penjajakan. Menurutku komit itu seperti kita berada dalam lingkaran. Lingkaran kecil yang didalamnya hanya berdiri diri kita sendiri. Masing2 berdiri dilingkarannya sendiri2. Laki2 dilingkaran nya perempuan dilingkarannya sendiri. Kemudian 2 org yang sedang berkomitment hanya dihubungan dengan seutas tali tipis. Mereka tidak boleh bersatu dalam satu lingkaran. Karena aturannya mereka hanya akan bersatu dalam satu lingkaran jika mereka telah menikah.
Hanya seutas tali tipis saja yang menghubungkan mrk. Tali yang sangat tipis, jangankan dipotong talinya, tali ini bisa rantas hanya dengan sebuah hembusan angin. Angin itu bisa ego pasangan dari pasangan itu sendiri. Jadi tali itu bisa putus tanpa harus dipotong oleh seseorang.
Dan kemudian jika sepasang sejoli ini menikah maka leburlah 2 lingkaran itu menjadi lingakaran besar yang dihuni oleh sepasang manusia dan semakin hari lingkaran itu akan bertambah besar karena mereka harus beranak pinak.
Hanya seutas tali tipis saja yang menghubungkan mrk. Tali yang sangat tipis, jangankan dipotong talinya, tali ini bisa rantas hanya dengan sebuah hembusan angin. Angin itu bisa ego pasangan dari pasangan itu sendiri. Jadi tali itu bisa putus tanpa harus dipotong oleh seseorang.
Dan kemudian jika sepasang sejoli ini menikah maka leburlah 2 lingkaran itu menjadi lingakaran besar yang dihuni oleh sepasang manusia dan semakin hari lingkaran itu akan bertambah besar karena mereka harus beranak pinak.
Seribu Hari
Seribu hari telah berlalu,
seribu hari yang tak terasa telah aku lalui sendiri,
seribu hari sejak perjumpaan terakhir kami,
Berapa panjang jalan telah aku lalui dalam seribu hari,
Berapa banyaknya airmata yang keluar dalam seribu hari,
Betapa kesepian melanda dalam seribu hari,
Seribu hari yang memberi seribu makna kehidupan,
seribu hari waktu yang menyadarkan aku betapa aku sangat...sangat kecil,
seribu hari yang membawaku lebih bisa memahami seseorang,
seribu hari yang membawaku lebih bersyukur,
Seribu hari,
ya sudah seribu hari,
sudah seribu hari berlalu
tapi masih banyak ribuan hari menantiku, wallahu'alam
seribu hari yang tak terasa telah aku lalui sendiri,
seribu hari sejak perjumpaan terakhir kami,
Berapa panjang jalan telah aku lalui dalam seribu hari,
Berapa banyaknya airmata yang keluar dalam seribu hari,
Betapa kesepian melanda dalam seribu hari,
Seribu hari yang memberi seribu makna kehidupan,
seribu hari waktu yang menyadarkan aku betapa aku sangat...sangat kecil,
seribu hari yang membawaku lebih bisa memahami seseorang,
seribu hari yang membawaku lebih bersyukur,
Seribu hari,
ya sudah seribu hari,
sudah seribu hari berlalu
tapi masih banyak ribuan hari menantiku, wallahu'alam
Pulang ke Rumah
Lama sudah aku pergi, tidak pulang ke rumah lagi. Jalan kutempuhi tiap hari, tapi belum kutemukan apa yang kucari. Sekarang aku ingin pulang kembali ke rumahku lagi. Sedikit istirahat dan meneguk air yang menenangkan hati.
Rabu, 15 Oktober 2008
Cinta Sejati
Kehidupan dunia bagaikan impian, cinta datang dan pergi sesuka hatinya. Tak peduli meski telah meninggalkan rasa sakit, meninggalkan rasa pedih dalam hati kita. Dia bagaikan racun yang terasa manis, bagaikan air yang mamabukkan. Pertama-tama diberinya rasa nikmat dan kebahagiaan, serasa kita dilambungkan ke atas awan. Tetapi tiba-tiba saja kita dihempaskan kedalam lubang yang sangat dalam, yang membuat kita serasa tidak akan mampu bangkit lagi, membuat kita merasa enggan untuk hidup, tapi matipun tak boleh. Membuat kita mempertanyakan lagi, itukah arti cinta ?
Cinta memang suatu misteri terbesar hidup manusia. Entah berapa banyak manusia yang telah rela mengorbankan hidupnya demi cinta. Entah berapa banyak manusia yang sanggup mengambil nyawa orang lain demi cinta. Entah berapa banyak orang menderita bahkan gila karena cinta. Kalau begitu apakah cinta itu sesuatu yang jahat ?
Kata para filosof cinta itu adalah sesuatu yang murni, sesuatu yang suci, yang tidak akan pernah meninggalkan rasa sakit dalam hati kita. Lalu apakah sebenarnya yang menimbulkan rasa sakit dan pedih itu ? Semua perasaan sedih, sakit dan menderita sebenarnya timbul dari nafsu kita. Semua itu hanyalah karena angan-angan dan impian kita. Angan-angan bahwa kita akan bahagia jika bersama dengan orang yang kita cintai. Impian untuk mendapatkan kebahagiaan dari orang yang kita cintai. Dari angan-angan dan impian itu kemudian timbul nafsu dan keinginan kita untuk memiliki apa yang kita cintai. Inilah sebenarnya sumber bencana yang telah kita undang sendiri datangnya. Padahal belum tentu kita akan bahagia bila bersama dengan orang yang kita cintai. Kesalahan terbesar yang selalu kita lakukan adalah selalu mencari orang yang bisa membahagiakan kita. Coba kita bertanya pada diri kita, pernahkah kita mencari seseorang dengan tujuan agar kita bisa membahagiakan orang tersebut?
Ada hal lain lagi yang patut juga kita pertanyakan. Sesungguhnya apakah yang kita cintai dari orang lain itu? Apakah karena dia sesuai dengan keinginan kita, karena sesuatu yang kita cari-cari kebetulan ada padanya ? Sungguh sangat dangkal sekali pengertian cinta kita. Sebab begitu orang itu sudah tidak sesuai dengan keinginan kita, ketika ada sifat-sifatnya yang ternyata bertentangan dengan kita, kita berbalik membencinya. Ketika orang itu sudah tidak lagi memberikan kebahagiaan kepada kita, maka rasa cinta kita juga ikut hilang. Lalu sebenarnya seperti apakah cinta sejati itu ? Seperti apakah cinta yang tulus, suci dan murni itu ? Adakah cinta seperti itu di dunia ini? Sebenarnya hanya ada satu cinta yang seperti itu, ialah cinta milik Allah yang Maha Besar, Maha Mencinta dan Maha Suci. Dari cinta Allah itulah kita bisa belajar cinta sejati.
Cinta sejati adalah cinta tanpa pamrih, terbebas dari nafsu dan keinginan, terbebas dari rasa ingin memiliki. Cinta yang tulus hanya bisa memberi, memberi, dan memberi, tanpa memikirkan apa yang akan diterima. Sebagai manusia memang sangat sulit sekali untuk mencapai taraf seperti itu. Sangat sulit sekali untuk memisahkan antara cinta dan nafsu, sebab setiap orang dari lahir sudah membawa kedua hal ini secara bersama-sama dan akan terus melekat dalam hidup kita. Yang bisa kita lakukan hanya menekan seminimal mungkin pengaruh nafsu terhadap cinta kita.
Cinta adalah anugerah Allah yang diberikan kepada manusia dan cinta itu bergerak bebas sesuka hatinya. Tidak ada seorangpun di dunia ini bisa menciptakan cinta di hatinya, bahkan hanya untuk mempertahankan keberadaannya di hati saja sangat sulit. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha agar cinta mau tumbuh dan berkembang dalam hati kita. Karena cinta itu adalah sesuatu yang suci, maka satu-satunya cara agar cinta bisa terus tumbuh dan berkembang dalam hati kita adalah dengan menyucikan hati kita. Bersihkan hati kita dari nafsu, dengki, amarah, buruk sangka, dan semua hal yang meracuni hati kita, niscaya kita dapat merasakan cinta yang murni dalam hati kita. Hanya dengan keimanan dan rasa tawakal kepada Allah, maka Dia akan menganugerahkan cinta dan kebahagiaan dalam hati kita.
Salah satu tanda cinta yang murni adalah kita dapat merasakan bahwa kita dapat mencintai siapapun didunia ini, termasuk orang-orang yang menyakiti kita. Hati kita akan dipenuhi oleh rasa maaf dan menerima yang teramat besar. Kita mampu menerima orang lain dengan segala kebaikan dan keburukannya, dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada lagi rasa benci dan sakit hati. Cinta dan jodoh tentu saja dua hal yang sangat berbeda. Cinta adalah sesuatu yang bisa kita rasakan, bisa kita ketahui keberadaannya di hati kita. Sedangkan jodoh adalah adalah rahasia Sang Pencipta. Kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita, dan akan berapa lama kita berjodoh dengannya. Akan tetapi ketika cinta yang suci telah kita dapatkan dalam hati kita, maka kita tidak akan lagi kuatir tentang jodoh. Kita akan bisa mencintai dengan penuh kebebasan, tanpa perlu memikirkan untuk memilikinya. Dengan adanya kepasrahan bahwa Allah yang telah mengatur semua kehidupan kita, maka tidak akan ada lagi kesedihan ketika jalinan cinta harus berakhir. Semua yang Allah berikan pasti adalah yang terbaik buat kita, dan akan bisa kita terima dengan penuh kelapangan hati.
Sesungguhnya manusia tidak diberi pengetahuan, melainkan hanya sedikit. Dari ketidaktahuan manusia itulah akhirnya banyak yang terjebak oleh pernak perniknya kehidupan dunia, termasuk masalah cinta. Hanya orang-orang yang mau belajar dan mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup yang akan bisa menemukan kearifan dan kebahagiaan.
Andi Kuswandi
Yogyakarta, hari ketiga belas di bulan Februari 2005
Cinta memang suatu misteri terbesar hidup manusia. Entah berapa banyak manusia yang telah rela mengorbankan hidupnya demi cinta. Entah berapa banyak manusia yang sanggup mengambil nyawa orang lain demi cinta. Entah berapa banyak orang menderita bahkan gila karena cinta. Kalau begitu apakah cinta itu sesuatu yang jahat ?
Kata para filosof cinta itu adalah sesuatu yang murni, sesuatu yang suci, yang tidak akan pernah meninggalkan rasa sakit dalam hati kita. Lalu apakah sebenarnya yang menimbulkan rasa sakit dan pedih itu ? Semua perasaan sedih, sakit dan menderita sebenarnya timbul dari nafsu kita. Semua itu hanyalah karena angan-angan dan impian kita. Angan-angan bahwa kita akan bahagia jika bersama dengan orang yang kita cintai. Impian untuk mendapatkan kebahagiaan dari orang yang kita cintai. Dari angan-angan dan impian itu kemudian timbul nafsu dan keinginan kita untuk memiliki apa yang kita cintai. Inilah sebenarnya sumber bencana yang telah kita undang sendiri datangnya. Padahal belum tentu kita akan bahagia bila bersama dengan orang yang kita cintai. Kesalahan terbesar yang selalu kita lakukan adalah selalu mencari orang yang bisa membahagiakan kita. Coba kita bertanya pada diri kita, pernahkah kita mencari seseorang dengan tujuan agar kita bisa membahagiakan orang tersebut?
Ada hal lain lagi yang patut juga kita pertanyakan. Sesungguhnya apakah yang kita cintai dari orang lain itu? Apakah karena dia sesuai dengan keinginan kita, karena sesuatu yang kita cari-cari kebetulan ada padanya ? Sungguh sangat dangkal sekali pengertian cinta kita. Sebab begitu orang itu sudah tidak sesuai dengan keinginan kita, ketika ada sifat-sifatnya yang ternyata bertentangan dengan kita, kita berbalik membencinya. Ketika orang itu sudah tidak lagi memberikan kebahagiaan kepada kita, maka rasa cinta kita juga ikut hilang. Lalu sebenarnya seperti apakah cinta sejati itu ? Seperti apakah cinta yang tulus, suci dan murni itu ? Adakah cinta seperti itu di dunia ini? Sebenarnya hanya ada satu cinta yang seperti itu, ialah cinta milik Allah yang Maha Besar, Maha Mencinta dan Maha Suci. Dari cinta Allah itulah kita bisa belajar cinta sejati.
Cinta sejati adalah cinta tanpa pamrih, terbebas dari nafsu dan keinginan, terbebas dari rasa ingin memiliki. Cinta yang tulus hanya bisa memberi, memberi, dan memberi, tanpa memikirkan apa yang akan diterima. Sebagai manusia memang sangat sulit sekali untuk mencapai taraf seperti itu. Sangat sulit sekali untuk memisahkan antara cinta dan nafsu, sebab setiap orang dari lahir sudah membawa kedua hal ini secara bersama-sama dan akan terus melekat dalam hidup kita. Yang bisa kita lakukan hanya menekan seminimal mungkin pengaruh nafsu terhadap cinta kita.
Cinta adalah anugerah Allah yang diberikan kepada manusia dan cinta itu bergerak bebas sesuka hatinya. Tidak ada seorangpun di dunia ini bisa menciptakan cinta di hatinya, bahkan hanya untuk mempertahankan keberadaannya di hati saja sangat sulit. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha agar cinta mau tumbuh dan berkembang dalam hati kita. Karena cinta itu adalah sesuatu yang suci, maka satu-satunya cara agar cinta bisa terus tumbuh dan berkembang dalam hati kita adalah dengan menyucikan hati kita. Bersihkan hati kita dari nafsu, dengki, amarah, buruk sangka, dan semua hal yang meracuni hati kita, niscaya kita dapat merasakan cinta yang murni dalam hati kita. Hanya dengan keimanan dan rasa tawakal kepada Allah, maka Dia akan menganugerahkan cinta dan kebahagiaan dalam hati kita.
Salah satu tanda cinta yang murni adalah kita dapat merasakan bahwa kita dapat mencintai siapapun didunia ini, termasuk orang-orang yang menyakiti kita. Hati kita akan dipenuhi oleh rasa maaf dan menerima yang teramat besar. Kita mampu menerima orang lain dengan segala kebaikan dan keburukannya, dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada lagi rasa benci dan sakit hati. Cinta dan jodoh tentu saja dua hal yang sangat berbeda. Cinta adalah sesuatu yang bisa kita rasakan, bisa kita ketahui keberadaannya di hati kita. Sedangkan jodoh adalah adalah rahasia Sang Pencipta. Kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita, dan akan berapa lama kita berjodoh dengannya. Akan tetapi ketika cinta yang suci telah kita dapatkan dalam hati kita, maka kita tidak akan lagi kuatir tentang jodoh. Kita akan bisa mencintai dengan penuh kebebasan, tanpa perlu memikirkan untuk memilikinya. Dengan adanya kepasrahan bahwa Allah yang telah mengatur semua kehidupan kita, maka tidak akan ada lagi kesedihan ketika jalinan cinta harus berakhir. Semua yang Allah berikan pasti adalah yang terbaik buat kita, dan akan bisa kita terima dengan penuh kelapangan hati.
Sesungguhnya manusia tidak diberi pengetahuan, melainkan hanya sedikit. Dari ketidaktahuan manusia itulah akhirnya banyak yang terjebak oleh pernak perniknya kehidupan dunia, termasuk masalah cinta. Hanya orang-orang yang mau belajar dan mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup yang akan bisa menemukan kearifan dan kebahagiaan.
Andi Kuswandi
Yogyakarta, hari ketiga belas di bulan Februari 2005
Jumat, 26 September 2008
Laskar Pelangi by nidji
mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya
laskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa
*menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia selamanya
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya
laskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa
*menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia selamanya
Kamis, 04 September 2008
Menulis
Baru dua hari, aku minta teman-temanku mampir ke rumahku. Aku langsung mendapat comment yang cukup membuat hatiku hancur. Inilah yang aku takutkan selama ini. Hampir saja aku berniat untuk merubah alamat rumahku. Aku sangat merasa aku belum lah apa-apa untuk menulis. Cuma bisa menulis curahan hati saja. Tapi apakah aku sepecundang itu? Tidak ! Aku tidak mau jadi pecundang yang hanya mendapat sekali kritis langsung hancur. Seperti kata salah seorang penulis yang pernah aku datangi workshopnya bahwa yang harus dilakukan oleh seorang penulis adalah MENULIS, MENULIS, MENULIS DAN MENULIS. Aku memang bukan seorang penulis, tapi aku akan selalu menulis, menulis dan menulis.
Selasa, 02 September 2008
P O W E R
Setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik dalam kehidupan kita pastilah kita butuh kekuatan atau POWER. Power ini sangatlah vital bagi kehidupan kita tanpanya kita tidak dapat beraktivitas. Untuk mendapatkan power ini kita bisa dapatkan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Ini untuk power fisik kita. Lalu bagaimana dengan power batin atau hati kita? Apakah hati kita juga butuh power? Butuh, sangat butuh. Apalagi di Bulan Ramadhan ini, kita sangatlah membutuhkan untuk menunjang ibadah kita. Lalu apakah power untuk hati kita?
POWER itu adalah :
P : Pelajari sejarah orang-orang besar.
O : Obati hati dengan Al-Qur'an.
W : Waspada terhadap maksiat
E : Enyahkan kemalasan ibadah
R : Rajin ikut kajian / pengajian
Semoga dengan power yang kita punya, ibadah puasa kita tahun ini lebih bermakna
POWER itu adalah :
P : Pelajari sejarah orang-orang besar.
O : Obati hati dengan Al-Qur'an.
W : Waspada terhadap maksiat
E : Enyahkan kemalasan ibadah
R : Rajin ikut kajian / pengajian
Semoga dengan power yang kita punya, ibadah puasa kita tahun ini lebih bermakna
Senin, 01 September 2008
Low Batt Bathin
Pernahkan anda merasa drop baterai bathin atau low batt bathin. Yang low batt bukan hanya HP ajah loh, bathin kita ada kalanya juga low batt. Trus gimana charge nya donk? Emang ada charger bathin? Ada donk, mau tahu gimana charge bathin:
1. Ambil air wudhu, sholat sunnat 2 rakaat. Tambah energimu dengan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Kekuatan.
2. Ambil Al-Qur'an, dan dibaca dengan maknanya akan menghasilkan power yang lebih tahan lama
3. Bagi mbak-mbak yang sedang kedatangan tamu bulanan, jangan takut perbanyaklah dzikir
4. Datangi majelis-majelis taklim ,mengkaji Ilmu dan bertemu teman-teman yang selalu mengingatkan dalam hal kebaikan itu charger yang ampuh juga lho.
Selamat mencoba, semoga gak low batt bathin lagi dan bisa menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan dan mendapat ridho dari Allah SWT.
Amin.
1. Ambil air wudhu, sholat sunnat 2 rakaat. Tambah energimu dengan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Kekuatan.
2. Ambil Al-Qur'an, dan dibaca dengan maknanya akan menghasilkan power yang lebih tahan lama
3. Bagi mbak-mbak yang sedang kedatangan tamu bulanan, jangan takut perbanyaklah dzikir
4. Datangi majelis-majelis taklim ,mengkaji Ilmu dan bertemu teman-teman yang selalu mengingatkan dalam hal kebaikan itu charger yang ampuh juga lho.
Selamat mencoba, semoga gak low batt bathin lagi dan bisa menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan dan mendapat ridho dari Allah SWT.
Amin.
Ramadhan, Al-qur'an dan Terapi Hati
Subhanallah wal Alhmadulillah. Akhirnya kita masih bisa diberikan umur sehingga masih bisa bertemu dengan Bulan Ramadhan. Begitu memasuki bulan suci ini, langsung tercium aroma wangi Bulan Suci ini. Aroma dan suasana yang tidak pernah kita dapati dan rasakan di bulan-bulan yang lain. Alam hening, pohon tertunduk, angin berhembus dengan tenang seolah mereka sedang bertasbih mengagungkan namaNya dan mendengarkan lantunan ayat suci yang berkumandang di dalam mushola-mushola, masjid - masjid, bahkan di rumah-rumah. Masjid dan mushola yang awalnya hanya ramai di hari Jumat siang kini malam hari ramai jamaah yang menunaikan sholat tarawih. Anak kecil berlari riang dengan baju koko dan peci barunya.
Siang hari yang terik tidak lagi menjadi keluhan karena sedang menjalankan ibadah puasa dan hanya berharap limpahan pahalanya. Bagi yang tidak biasa bermunajah di sepertiga malam mereka asyik menikmati mimpi-mimpinya kini harus terjaga untuk sahur. Sebuah bulan yang penuh berkah yang sangat dinanti oleh jutaan umat muslim di dunia.
Ramadhan sangatlah istimewa bagiku mungkin juga bagi jutaan umat muslim. Tapi Ramadhan ku di tahun 2006 adalah Ramadhan yang paling berkesan mungkin dalam hidupku saat ini. Ramadhan pertama setelah kekasih hatiku ( suamiku ) dipanggil oleh Sang Khalik. Ramadhan pertama setelah pernikahanku yang sangat kuimpikan bisa menjalankan ramadhan bersama keluarga kecilku, kuimpikan aku akan menuai banyak pahala karena tidak hanya berpuasa untuk diriku sendiri tapi juga aku akan menjadi seorang istri yang jika dengan ikhlas menjalankan peranku sebagai istri maka pahalaku akan berlipat ganda apalagi di Bulan Ramadhan. Tapi ternyata Sang Penguasa Hidupku berkehendak lain. Akhirnya aku harus melalui ramadhan sendiri, tanpa suami tercinta disisi. Ramadhan saat itu begitu sangat menyedihkan, tapi untunglah ada keluarga yang selalu mendampingiku. Dan sebagai obat hatiku, adikku selalu mengajakku untuk tarawih di Masjid Agung Semarang. Masjid yang besar dan megah dengan desain perpaduan antara jawa dan timur tengah itu kalo menurutku, saat itu pembangunannya belum selesai 100 %, para pekerja tiap malam masih bekerja sehingga membuat kami para jama'ah kadang merasa terganggu tapi itu tidaklah menjadi masalah jika niat untuk datang ke masjid ini adalah untuk ibadah kepada Allah. Sebenarnya bukan megahnya masjid ini yang membuatku selalu ingin datang ke sini, tapi lantunan ayat suci dari imam masjid yang juga seorang hafidz. Sholat Tarawih di masjid Agung ini sebanyak 23 rakaat dan setiap hari menhatamkan 1 juzz Alqur'an. Sehingga jika rajin rutin mengikuti sholat Tarawih selama 30 hari atau satu bulan penuh sama dengan menghatamkan satu Alqur'an. Subhanallah.
Mendengarkan bacaan Alqur'an bagiku adalah terapi hati, apalagi saat itu ketika cobaan datang, kesedihan melanda dan hatiku hancur. Dengan terapi hati inilah aku bisa menerima semuanya dengan ikhlas, menyadari siapa diri kita sebenarnya. Bahwa kita adalah kecil dan tanpa pertolonganNya kita bukanlah siapa-siapa. Jika engkau sedih, terhimpit dalam masalah obat yang paling mujarab adalah ambillah Al-quran, surat apapun yang buka dan kau baca kau akan menemukan obatnya disana.
Cukup Allah Penolongku dan Allah Sebaik-baiknya Pelindung.
Sabtu, 30 Agustus 2008
Akhirnya datang juga
Akhirnya HUJAN datang juga.
Sudah terlalu panas aku rasakan di kota ini.
Ingin kesejukan yang menyirami hati.
Musim hujan datang lagi,
ingin aku bertemu pelangi,
menciumnya harumnya bau tanah basah,
basah oleh gerimis,
terselimuti mendung yang gelap tapi indah,
angin yang berhembus sekalipun dingin,
nyanyianmu yang awalnya riang and kemudian menjadi gemuruh,
Akhirnya HUJAN datang juga, hujan selalu mengingatkan aku pada sebuah kenangan yang takkan pernah lekang oleh waktu. Meskipun Petirnya, bergemuruh, menyambar
Kau akan selalu kurindu
Sudah terlalu panas aku rasakan di kota ini.
Ingin kesejukan yang menyirami hati.
Musim hujan datang lagi,
ingin aku bertemu pelangi,
menciumnya harumnya bau tanah basah,
basah oleh gerimis,
terselimuti mendung yang gelap tapi indah,
angin yang berhembus sekalipun dingin,
nyanyianmu yang awalnya riang and kemudian menjadi gemuruh,
Akhirnya HUJAN datang juga, hujan selalu mengingatkan aku pada sebuah kenangan yang takkan pernah lekang oleh waktu. Meskipun Petirnya, bergemuruh, menyambar
Kau akan selalu kurindu
Rabu, 27 Agustus 2008
Warisan dari Bapak-bapak kita

Jangan heran kalo kita lihat KRL di Jabotabek tiap hari penuh sesak oleh penumpang. Terutama di atas kereta. Pemandangan yang sudah lazim sepertinya buat para pengguna jasa KRL Jabotabek. Penumpang yang tidak kebagian kursi akan berdiri dan berjubel-jubel di dalam kereta, sementara yang tidak kebagian di dalam kereta akan bergelantungan di depan pintu, di antara sambunagn kereta bahkan di atas atap kereta. Pernah hal ini disorot oleh sebuah program televisi swasta. Karena bahayanya naik di atas kereta ini. Jawaban dari para penumpang beragam ada yang karena tidak mendapatkan tempat duduk di dalam, sampai dengan alasan biar kelihatan gagah. Sekalipun telah ditertibkan oleh petugas stasiun tapi lagi...lagi....dan lagi diulangi lagi. Sekalipun telah menelan korban tapi sepertinya mereka tidak pernah jera dan sadar.
Saya sangat resah sekali dengan sikap sebagian penumpang ini, bagaimana tidak karena ini akan sangat membahayakan jiwa mereka sendiri tapi mereka tidak mau peduli. Tapi setelah saya mengikuti suatu event yang saat itu mengambil tema Stasiun dan diperlihatkan bagaimana perkeretaapian Indonesia tempo doeloe dan ada sebuah foto yang ternyata penumpang naik ke atas atap kereta itu bukan masalah saat ini saja. Namun pada jaman dulu pun ternyata sudah terjadi. Akhirnya saya berpikir ternyata itu adalah perbuatan warisan dari bapak-bapak kita. Ternyata bangsa kita yang terkenal susah diatur ini adalah warisan leluhur kita. Ternyata kita mewarisi sikap buruk bangsa kita tempo doeloe. Kalo sudah tahu demikian, bagaimana sikap kita apakah mau tetap mengikuti sikap buruk warisan pendahulu kita atau mau berusaha memperbaikinya agar kita menjadi bangsa yang besar, bersikap lebih santun dan lebih mudah diatur. Keputusan ada di tangan anda?
Saya sangat resah sekali dengan sikap sebagian penumpang ini, bagaimana tidak karena ini akan sangat membahayakan jiwa mereka sendiri tapi mereka tidak mau peduli. Tapi setelah saya mengikuti suatu event yang saat itu mengambil tema Stasiun dan diperlihatkan bagaimana perkeretaapian Indonesia tempo doeloe dan ada sebuah foto yang ternyata penumpang naik ke atas atap kereta itu bukan masalah saat ini saja. Namun pada jaman dulu pun ternyata sudah terjadi. Akhirnya saya berpikir ternyata itu adalah perbuatan warisan dari bapak-bapak kita. Ternyata bangsa kita yang terkenal susah diatur ini adalah warisan leluhur kita. Ternyata kita mewarisi sikap buruk bangsa kita tempo doeloe. Kalo sudah tahu demikian, bagaimana sikap kita apakah mau tetap mengikuti sikap buruk warisan pendahulu kita atau mau berusaha memperbaikinya agar kita menjadi bangsa yang besar, bersikap lebih santun dan lebih mudah diatur. Keputusan ada di tangan anda?
Selasa, 19 Agustus 2008
Ijinkan aku membahagiakannya
Ya Allah, ijinkan aku membahagiakan seseorang yang telah begitu besar jasanya padaku, dari mulai dalam kandungan hingga detik ini. Doa yang selalu tak putus-putus dari bibirnya untuk semua anak-anaknya. Mata yang yang tak pernah terpejam di sepertiga malamMu. Kasih sayangnya yang mengalir bak anak sungai yang tiada pernah pengering.
Ya Allah, ijinkan aku membahagiakan ibuku, karena hanya Kau yang mengetahui rahasia umur kami. Sebelum waktu berhenti, sebelum kami terpisah oleh ruang dan waktu. Ijinkan aku membuat ukiran senyuman kebahagiaan di wajahnya, kelegaan dalam hatinya.
Ya Allah, yang aku tahu saat ini aku punya sebuah PR besar untuk bisa membahagiakan ibuku, tapi aku tak mampu melakukannya dan aku tak mampu memutuskannya. Dan hanya kekuasaan dari Mu yang dapat mewujudkannya.
Ya Allah, Ijinkan aku membahagiakannya.
Ya Allah, ijinkan aku membahagiakan ibuku, karena hanya Kau yang mengetahui rahasia umur kami. Sebelum waktu berhenti, sebelum kami terpisah oleh ruang dan waktu. Ijinkan aku membuat ukiran senyuman kebahagiaan di wajahnya, kelegaan dalam hatinya.
Ya Allah, yang aku tahu saat ini aku punya sebuah PR besar untuk bisa membahagiakan ibuku, tapi aku tak mampu melakukannya dan aku tak mampu memutuskannya. Dan hanya kekuasaan dari Mu yang dapat mewujudkannya.
Ya Allah, Ijinkan aku membahagiakannya.
Karena Allah Sayang Aku
Mata yang bengkak karena airmata membuat aku memejamkan matanya sejenak sebelum aku beranjak dari tempat tidur. Badanku lemah, lemas, panas.
“ Sayang, Kalo memang masih sakit jangan dipaksakan untuk turun dari tempat tidur”. Kata ibunya yang tiba-tiba bangun-bangun dari sofa.
“ Gak papa kok bu, saya mau ke kamar mandi.”
Dituntun tangan kiriku oleh Ibunya, sedangkan tangan kananku harus memegang botol infuse yang jarumnya yg masih menusuk pergelangan tanganku. Butuh cukup waktu di kamar mandi karena sangatlah susah harus membuang hajat dengan kondisi seperti itu. Setelah dari kamar mandi aku kembali ke tempat tidurnya. Sudah dua hari ini harus istirahat di Rumah Sakit Kariadi Semarang Ruang Cenderawasi kelas 1, karena ternyata aku kena demam berdarah. Penyakit yang sangat aku benci, karena penyakit inilah yang telah merenggut nyawa suamiku dan kini akupun sedang sekarat berjuang untuk lepas dari penyakit ini. Kubaringkan tubuh kurusku dikasur. Pergelangan tanganku mulai pegang karena jarum infuse dan mungkin karena aku sering gerak, aku lihat darah diujung jarum. Sakit..sakit..sakit..tidak hanya pergelangan tanganku saat ini tapi hati ini, seperti harus menahan batu besar dan rasanya aku berteriak. Airmataku menetes lagi, kuusap dengan tangan kiri.
“ Sudahlah sayang, jangan menagis terus. Direlakan saja. Kamu tahu kalo kamu menangis akan menghambat perjalanannya. “
Tapi apakah aku tidak boleh menangis sedih karena kematian suamiku, haruskan kutahan ini semua, sementara dadaku mulai sakit menahan sesaknya dorongan dari dalam hatiku yang seakan ingin mengedor pintu kepiluanku.
“ Istighfar, sayang. Istighfar!”
Tangisku mulai meledak, kurangkul erat tubuh ibuku. Tidak henti-hentinya ibuku mengucapkan Istighfar, untuk mengingatkanku.
“ Astagfirullahal adzin, astagfirullahaladzin….”
Tapi bibirku begitu kelu untuk mengucapkannya, hingga akhirnya Ayahku mendengar jeritan tangisku masuk ke dalam kamarku.
“ Istighfar !!! tidak sepantasnya seorang Muslim yang kehilangan sesuatu harus menangis dan berteriak seperti itu. “ Suara kerasnya membuat aku menurunkan suara jeritanku.
“ Kamu masih punya iman kan? Istigfar kamu!
Kemarahan Ayahku meledak. Tangisku mereda dan kucoba mengucapkan Istigfar.
Seribu pertanyaan hadir didalam benakku, mengapa harus aku yang mengalami, mengapa hal ini terjadi padaku, mengapa suamiku harus pergi di hari kebahagian kami, mengapa….mengapa….mengapa…..? Airmataku menetes lagi sekalipun masih bisa aku tahan. Astagfirullah….astagfirullah….astagfirullah dan dari ribuan pertanyaan ku ini hanya satu jawabannya yaitu Karena Allah Sayang Aku
“ Sayang, Kalo memang masih sakit jangan dipaksakan untuk turun dari tempat tidur”. Kata ibunya yang tiba-tiba bangun-bangun dari sofa.
“ Gak papa kok bu, saya mau ke kamar mandi.”
Dituntun tangan kiriku oleh Ibunya, sedangkan tangan kananku harus memegang botol infuse yang jarumnya yg masih menusuk pergelangan tanganku. Butuh cukup waktu di kamar mandi karena sangatlah susah harus membuang hajat dengan kondisi seperti itu. Setelah dari kamar mandi aku kembali ke tempat tidurnya. Sudah dua hari ini harus istirahat di Rumah Sakit Kariadi Semarang Ruang Cenderawasi kelas 1, karena ternyata aku kena demam berdarah. Penyakit yang sangat aku benci, karena penyakit inilah yang telah merenggut nyawa suamiku dan kini akupun sedang sekarat berjuang untuk lepas dari penyakit ini. Kubaringkan tubuh kurusku dikasur. Pergelangan tanganku mulai pegang karena jarum infuse dan mungkin karena aku sering gerak, aku lihat darah diujung jarum. Sakit..sakit..sakit..tidak hanya pergelangan tanganku saat ini tapi hati ini, seperti harus menahan batu besar dan rasanya aku berteriak. Airmataku menetes lagi, kuusap dengan tangan kiri.
“ Sudahlah sayang, jangan menagis terus. Direlakan saja. Kamu tahu kalo kamu menangis akan menghambat perjalanannya. “
Tapi apakah aku tidak boleh menangis sedih karena kematian suamiku, haruskan kutahan ini semua, sementara dadaku mulai sakit menahan sesaknya dorongan dari dalam hatiku yang seakan ingin mengedor pintu kepiluanku.
“ Istighfar, sayang. Istighfar!”
Tangisku mulai meledak, kurangkul erat tubuh ibuku. Tidak henti-hentinya ibuku mengucapkan Istighfar, untuk mengingatkanku.
“ Astagfirullahal adzin, astagfirullahaladzin….”
Tapi bibirku begitu kelu untuk mengucapkannya, hingga akhirnya Ayahku mendengar jeritan tangisku masuk ke dalam kamarku.
“ Istighfar !!! tidak sepantasnya seorang Muslim yang kehilangan sesuatu harus menangis dan berteriak seperti itu. “ Suara kerasnya membuat aku menurunkan suara jeritanku.
“ Kamu masih punya iman kan? Istigfar kamu!
Kemarahan Ayahku meledak. Tangisku mereda dan kucoba mengucapkan Istigfar.
Seribu pertanyaan hadir didalam benakku, mengapa harus aku yang mengalami, mengapa hal ini terjadi padaku, mengapa suamiku harus pergi di hari kebahagian kami, mengapa….mengapa….mengapa…..? Airmataku menetes lagi sekalipun masih bisa aku tahan. Astagfirullah….astagfirullah….astagfirullah dan dari ribuan pertanyaan ku ini hanya satu jawabannya yaitu Karena Allah Sayang Aku
Politik.....
Aku bukan pengamat politik, aku juga gak ngerti-ngerti amat masalah politik. Tapi aku sering melihat berita tentang politik dan kemudian gregetan sama orang2 politik. Kadang gak habis pikir dengan mereka. Sebenarnya apa yang mereka mau, apa yang mereka pikirkan, apa yang ada dibenak mereka benar2 kadang membuat aku gregetan.
Tidak kah mereka tahu bahwa segala sesuatu di muka ini nantinya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT, Tidak kah mereka sadar bahwa yang di dunia ini fana.
Benar-benar tidak habis pikir aku jadinya.
Tidak kah mereka tahu bahwa segala sesuatu di muka ini nantinya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT, Tidak kah mereka sadar bahwa yang di dunia ini fana.
Benar-benar tidak habis pikir aku jadinya.
Kamis, 14 Agustus 2008
Puisi Untuk Pencari Cinta
Duhai jiwa yang mendamba jiwa
Bangunlah dari mimpimu
Sadarlah dari mabukmu
Jangan kau tuang lagi anggur cintamu
Duhai sukma yang menderita
Didera oleh rasa perih yang mendalam
Jauhkan dirimu dari api cinta
Panasnya telah membakar jiwamu
Duhai pencari cinta sejati
Pengembara tanpa arah dan tujuan
Berhentilah sesaat
Renungkanlah sejenak
Tiada cinta melebihi cinta-Nya
Tiada kasih melebihi kasih-Nya
Dia-lah kekasih sejati
Samudera cinta yang takkan habis
In memoriam Andi Kuswandi
Bangunlah dari mimpimu
Sadarlah dari mabukmu
Jangan kau tuang lagi anggur cintamu
Duhai sukma yang menderita
Didera oleh rasa perih yang mendalam
Jauhkan dirimu dari api cinta
Panasnya telah membakar jiwamu
Duhai pencari cinta sejati
Pengembara tanpa arah dan tujuan
Berhentilah sesaat
Renungkanlah sejenak
Tiada cinta melebihi cinta-Nya
Tiada kasih melebihi kasih-Nya
Dia-lah kekasih sejati
Samudera cinta yang takkan habis
In memoriam Andi Kuswandi
Kamis, 07 Agustus 2008
Surat untuk Adinda
Adinda,
apa yang sedang kau cari?
Kau lalui hari tanpa henti,
Kau bergerak laksana angin.
Adinda,
Aku tahu kesedihanmu,
Aku tahu penderitaanmu,
Aku tahu kegusaraanmu,
Adinda,
Kau sembunyi dari balik ketegaran semumu,
Aku melihat airmatamu,
yang selalu kau seka di balik punggungku,
Adinda,
Kau sedang mencari sesuatu,
sesuatu yang hilang dari hidupmu,
sesuatu yang indah yang menghiasi senyum dibibir indahmu,
Adinda,
Berjalanlah sejauh kau mau,
Berlarilah secepat kau inginkan,
Berhembuskan segala penjuru,
Mungkin dengan ini kau akan dapatkan apa yang kau cari
apa yang sedang kau cari?
Kau lalui hari tanpa henti,
Kau bergerak laksana angin.
Adinda,
Aku tahu kesedihanmu,
Aku tahu penderitaanmu,
Aku tahu kegusaraanmu,
Adinda,
Kau sembunyi dari balik ketegaran semumu,
Aku melihat airmatamu,
yang selalu kau seka di balik punggungku,
Adinda,
Kau sedang mencari sesuatu,
sesuatu yang hilang dari hidupmu,
sesuatu yang indah yang menghiasi senyum dibibir indahmu,
Adinda,
Berjalanlah sejauh kau mau,
Berlarilah secepat kau inginkan,
Berhembuskan segala penjuru,
Mungkin dengan ini kau akan dapatkan apa yang kau cari
Senin, 28 Juli 2008
Cobaan itu bukan hanya milikku
Saat aku mendapatkan cobaan aku bertanya atau berpikir, Mengapa Allah memberikan cobaan ini padaku, bukan kepada yang lain? Tapi tahukah bahwa saudara2 kita juga mendapatkan cobaan seperti kita juga. Hanya saja berbeda cobaan yang menimpa kita. Karena Allah SWT menurunkan cobaan kepada hambaNya sesuai dengan kadar keimanan hambaNya. Dan Allah SWT menurunkan cobaan satu paket dengan hikmah dan juga solusinya. Sehingga jangan pernah takut jika kalian mendapatkan cobaan dari Allah. Karena itu membuktikan bahwa Allah masih sayang padamu.
Dan aku ingat ketika cobaan itu datang, selain membuktikan Allah sayang padaku, membuka mataku juga bahwa orang-orang disekitarku juga sangat menyayangiku yang mungkin selama ini kita tidak pernah memperhatikannya. Dan ternyata cobaan itu bukan hanya milikku. Buktinya ketika cobaan itu datang, ketika aku menangis, mereka juga ikut menangis, ketika aku bersedih, mereka juga sedih, dan tak henti-hentinya mereka lantunkan doa buatku. Ini membuktikan kesedihan akibat cobaan ini bukan hanya milikku tapi juga milik mereka. Orang-orang selalu menyayangiku. Keluargaku, teman-teman, sanak saudara dan tetangga. Dan ketika aku harus bersabar dan bertawakkal mereka selalu ada disampingku, menguatkankanku, menggenggam tanganku.
La Tahzan, Inna Allaha ma'ana.
Dan aku ingat ketika cobaan itu datang, selain membuktikan Allah sayang padaku, membuka mataku juga bahwa orang-orang disekitarku juga sangat menyayangiku yang mungkin selama ini kita tidak pernah memperhatikannya. Dan ternyata cobaan itu bukan hanya milikku. Buktinya ketika cobaan itu datang, ketika aku menangis, mereka juga ikut menangis, ketika aku bersedih, mereka juga sedih, dan tak henti-hentinya mereka lantunkan doa buatku. Ini membuktikan kesedihan akibat cobaan ini bukan hanya milikku tapi juga milik mereka. Orang-orang selalu menyayangiku. Keluargaku, teman-teman, sanak saudara dan tetangga. Dan ketika aku harus bersabar dan bertawakkal mereka selalu ada disampingku, menguatkankanku, menggenggam tanganku.
La Tahzan, Inna Allaha ma'ana.
Langganan:
Postingan (Atom)